Oleh: Bung Yakuba Tianotak
(Inisiator Dan Ketua Deklarator Patung Bung Karno Di Kota Geser Kab. SBT)
Targetjurnalis.com – Untuk merumuskan nilai baru yang lebih baik, maka wisata kebangsaan bagi generasai dan masyarakat merupakan potensi yang dapat dihadirkan sebagai menu utama dalam memilihara dan menjaga keutuhan berbangsa dan bernegara.
Peran dan fungsi kebangsaan secara substansial mutlak ditantang kearah kebihinekaan yang akan memberi makna bagi perkebangan anak bangsa yang setiap saat menyatukan kerangka pikirnya untuk mewujudkan tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara yang bersemai dibawa kearifal lokal (local wisdom).
Konsep wisata kebangsaan ini bertujuan untuk memelihara setiap kebersamaan yang tak terhingga sehingga menimbuilkan corak yang khas bagi bangsa yang dibangun atas kearifan lokal masyarakat itu sendiri.
“Pemuda harus bisa mempertahankan tradisi dan identitas bangsa maka Wisata kebangsaan mestinya dihadirkan di Pulau Geser, pulau yang menyimpan banyak kenangan indah, dan juga banyak keunikan yang tak bisa di lupakan”, (26/01/2024)
Pulau yang terlihat indah dan menakjubkan saat memandang lepas ke hamparan pasir putih seperti cincin yang “mengapung” di tengah laut, disamping itu, pulau ini juga bernilai dalam napak tilas sebagai mobilisasi massa untuk perebutan Irian Barat kembali ke pangkauan ibu pertiwi pada tahun 19552.
Olehnya itu, selayaknya pemerintah meghadirkan monumen Ir. Soekarno di Pulau Geser sehingga menjadi momen bersejarah titik awal sejarah perjalanan panjang Kota Geser yang kemudian menjadi pusat Pemerintahan Kecamatan Seram Timur, dan tertua di Kabupaten Seram Bagian Timur Maluku.
Dalam ingatan kami, baru Presiden RI Ir. Soekarno yang datang ke Pulau Geser pada tahun 1955 hingga sekarang ini. Semoga hadirnya Monumen Ir. Soekarno di Pulau Geser akan menjadi icon sekaligus simbol budaya dan monumen sejarah bagi generasi hari ini, dan akan datang.
Monumen Ir. Soekarno ini akan menunjukan bahwa kebenaran sejarah bahwa dedikasi dan pengabdian kepada masyarakat adalah suatu perjalanan yang tiada akhir oleh sang fajar tersebut.
Karena itulah untaian kata yang menjadi motivasi pada generasi penerus bangsa bahwa jadilah pemuda yang bernilai sebab pemuda adalah potret pembangunan dalam istana rerentuhan (Kelutur).
Dengan konsep itulah Putra Sang Fajar memberikan argumentasi yang penuh bermakna dalam lintasan kehidupan berbangsa dan bernegara“ tulislah tentang hitam putih ku biara sejarah yang akan membaca dan menjawab, (Sukarno)” kalimat ini membentuk gerakan untuk berkarya bagai anak bangsa disetiap sudut kehidupan. (**red)


