Ambon, Targetjurnalis.com – Pasca kisruh LIN, dengan salah satu support system yakni pembangunan ANP, Gubernur Maluku Jend (Purn) Murad Ismail kembali menjadi sorotan publik.
MI, sapaan Orang Nomor Satu di Maluku ini, dianggap gagal. Padahal, MI melalui video pendek yang beredar menyebutkan bahwa janji LIN dan ANP itu dari Pemerintah Pusat. Bukan menjadi tanggung jawab kepastian dari dirinya, selaku Gubernur.
Menyikapi hal tersebut, GMNI Cabang Ambon, melalui Ketua Cabang, Said Bahrum Rahayaan kepada media ini, menanggapi situasi daerah belakangan ini.
“Ya, saya sependepat dengan Gubernur. Memang beliau hanya menyiapkan apa yang menjadi kemauan Pempus, bukan berarti beliau pasif. Kita juga ikuti kok, perkembangan Lin,” terang Bahrum saat memberikan keterangan pers Senin 18/04/2022.
Pantauan publik, mulai terbelah. Dan ini mengganggu kestabilan psikologi publik, bahkan ada bahasa yang bertebaran di medsos tentang pilkada 2024. Bahrum menyayangkan masih ada pihak-pihak yang terlalu melampaui realitas,”imbuhnya.
“Mestinya kita mendukung Pak Gub, dan seluruh kinerja Pemprov terkait pembangunan yang sementara berjalan. Belum kita refleksi soal musibah Gempa Bumi, juga pandemi. Susah membangun Maluku, apalagi di tengah situasi seperti ini,t”Bung Bahrum.
Lebih lanjut, Bahrum menegaskan optimistisnya tentang sepak terjang Murad Ismail.
“Jangan kira MI tak mampu lobi Investor. Coba lihat waktu Inalum diprotes oleh Gubernur Papua Barat soal Saham Freeport, Gubernur kita juga bisa bikin labe (maksudnya bikin yang lebih, red).Tinggal situasi yang pas saja kok. Maluku kaya SDA, dan itu peluang kita. Kita akan terus membangun sinergitas, terus menciptakan peluang kolaborasi.”, motivasi Bung Said Bahrum Rahayaan, aktivis asal Kepulauan Kei.(UT)


